Rabu, 11 September 2019

Selamat Jalan, Bapak

Rabu, September 11, 2019 0 Comments
Sumber Foto : Pinterest


Selamat jalan, Bapak
Izinkan saya membuka surat dengan kalimat itu, ucapan selamat karena Bapak akan segera bertemu kekasih hati.

Sebenarnya, rasa sedih itu sudah saya rasakan sejak tanggal 1 September 2019 lalu, saat diberitakan Bapak dirawat di RSPAD Gatot Soebroto karena beberapa penyakit serius yang Bapak derita tahun-tahun terakhir ini.

Rabu, 11 September 2019 sore, langit sedikit redup ketika saya pulang ke rumah. Ah, tak ada firasat kehilangan, hanya bertanya apakah ini pertanda musim hujan akan mulai datang. Ternyata mendung itu menjadi hujan. Hujan air mata kehilanganmu, Bapak.

Berita berjudul “Presiden RI ke-3 BJ Habibie telah Wafat” membuat duka yang dalam tak tertahan, air mata kesedihan kehilangan tak terbendung.

Saya mengenalmu sejak belia, Bapak. Saat masih menghafal nama-nama Menteri Kabinet dibawah Presiden Soeharto. Saya dan teman-teman hapal diluar kepala siapa nama Menristek, karena selalu tertera nama yang sama, nama Bapak. Karena Bapak menjabat posisi ini sejak periode 1978 hingga 1998.

Betapa saya bangga saat guru kami menceritakan tentang  pesawat N250 Gatot Kaca hasil rancangan Bapak bersama PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio. “Wow, Indonesia bisa membuat pesawat sendiri” decak kekaguman akan super pandainya Bapak.

Lalu, kebanggaan anak desa seperti  saya bertambah ketika foto Bapak terpampang di tiap kelas dan kantor di sebelah kiri foto Presiden. Bulan Maret 1998 bapak menjabat sebagai Wakil Presiden ke-7 RI  mendampingi Presiden Soeharto. 

Lalu mundurnya Soeharto dari jabatan presiden karena Peristiwa Mei 1998, membuat foto Bapak harus digeser ke sebelah kanan. Ya, jabatan Bapak naik dari Wakil Presiden menjadi Presiden pada 21 Mei 1998. Meskipun cukup singkat masa jabatan Bapak sebagai Presiden ke-3 RI, yakni selama satu tahun lima bulan, kiprah Bapak dan prestasi Bapak di dalam dan di luar negeri makin membuat saya bangga.

Ah, saya jadi ingat lirik lagu Iwan Fals berjudul Bung Hatta, yang rasanya pas juga saya lagukan untuk Bapak :

“Terbayang baktimu, terbayang jasamuTerbayang jelas jiwa sederhanamu”


Kesederhanaan Bapak itulah yang kemudian juga menghadirkan cinta di sekeliling Bapak. Pun cinta dari seorang wanita bersahaja yang mendampingi Bapak hingga beliau tutup usia, ibu Ainun. Saya baper ketika mengikuti cerita perjalanan cinta Bapak dan Ibu Ainun. Betapa beruntungnya beliau dimulialan oleh lelaki penuh kasih sayang seperti Bapak. 

Bahkan sampai beliau tiada pun, Bapak setia mengunjungi makam beliau, membawakan bunga tanda rindu dan sederet cerita seolah beliau masih ada.  Siapapun akan meleleh membaca kata mutiara untuk istri Bapak tercinta “Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuat berarti lebih dari siapa pun."

Bapak buat saya adalah sosok sempurna sebagai pria. Kecerdasan dan kelembutan hati adalah paduan sempurna bagi sosok idola.

Ah, sayup terdengar suara Iwan Fals yang membuat air mata saya menetes lagi,


Tuhan, terlalu cepat semua, Kau panggil satu-satunya yang tersisa



Tapi, itulah mimpi Bapak, bersatu kembali dengan belahan jiwa di rumah-Nya. Saya relakan kepergian bapak, dengan segenap kenangan dan kebanggan yang akan saya ceritakan pada anak-anak saya, tentang salah satu Putra Terbaik Bangsa Indonesia.

Hujan air mata dari pelosok negeriSaat melepas engkau pergi


Selamat Jalan, Bapakku. Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, mengasihimu, memuliakanmu dan menyiapkan surga untukmu.

Bernisan bangga, berkafan doaDari kami yang merindukan orang Sepertimu


Senin, 09 September 2019

Bunda, Bagaimana Sebaiknya Bersikap Ketika Anak Berbohong?

Senin, September 09, 2019 0 Comments
Sumber Foto : Pixabay

Sejatinya anak itu polos pada awalnya, itu pasti kan? Layaknya selembar kertas putih besih tanpa noda. Lingkungan yang kemudian membuat ia menjadi seperti apa, termasuk orangtuanya. Tentang kebohongan, pasti orang tua mengajarkan pada anak bahwa berbohong itu dosa. Masalahnya adalah kadang-kadang tanpa sadar orang tua sendiri (bisa sengaja atau tidak sengaja) yang mengajari anak berbohong. Kok bisa? Contohnya?

Misalnya begini: Ketika bertamu, dengan alasan basa basi dan jaga diri (malu) kita menolak ketika ditawari tuan rumah untuk makan. Kita menolak dengan jawaban “Makasih, sudah makan, kok” Padahal waktu itu kenyataannya belum makan. Anak lalu berpikir, bahwa berbohong itu ternyata boleh, buktinya bunda bilang sudah makan, padahal kan belum, hehe. 

Anak pasti akan belajar dari kejadian ini dan mulai bertanya kenapa kita mengatakan  yang bukan sebenarnya.

Pada dasarnya setiap anak akan percaya diri jika dia tidak melakukan kesalahan. Sebaliknya, jika ia berbuat salah, ia akan salah tingkah. Barangkali karena takut dimarahi, malu jika ketahuan, atau tidak ingin orang lain tahu bahwa ia baru saja melakukan kesalahan.

Nah, suatu saat kita akan menemui anak dengan gaya canggung dan garing, hehe kita tahu (paling tidak curiga) pada saat itu anak kita sudah berbohong. Lalu sebaiknya gimana, sih sikap kita?
Sumber foto : Pixabay

  1. Orang tua harusnya peka dengan tingkah tak biasa pada anak. Yang biasanya cuek, kalau tiba-tiba senyum-senyum sambil terkekeh, atau bahkan memperlihatkan wajah takut. Saat inilah anak pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Biasanya mereka akan ceritakan apa yang terjadi, atau cuma menggeleng sambil menatap ragu pada kita. Hmmm ada yang disembunyikan rupanya, ya
  2. Tanyakan baik-baik dan jangan dihakimi. Bertanya akan berbeda dengan menuduh ya, Bunda. “Adik sembunyiin apa, sih? Mama penasaran. Boleh tahu nggak?” seperti itu misalnya, bukan dengan: “Hayoo, kamu bohongin mama ya? Ayo ngaku. Kecil-kecil nggak boleh bogong, loh”. Reaksi anak pasti akan sangat berbeda dengan dua pertanyaan tadi. Jika kita ingin anak belajar jujur, buatlah pertanyaan seperti yang pertama lalu tunggu apa jawabannya.
  3. Ajarkan anak meminta maaf dan mudah memberi maaf. Jika memang yang ia lakukan adalah salah, jangan buru-buru marah. Hargailah bahwa ia sudah mengakui kesalahan. Bahkan itu sangat bagus, bahwa ia belajar jujur, mengatakan hal dengan sebenarnya. Katakan padanya bahwa ketika orang bersalah sebaiknya segera minta maaf dan berjajnji tidak mengulangi. Berilah kesempatan padanya untuk melakukannya tanpa rasa terpaksa. Berilah pelukan hangat dan katakan bahwa ia sudah melakukan hal yang seharusnya. Good job, lah.
  1. Biarkan ini jadi rahasia berdua, jangan mempermalukan anak. Ini penting supaya anak percaya pada kita, bahwa orang tuanya bisa diandalkan untuk menyimpan rahasia. Toh, ia sudah mengakui kesalahan dan sudah meminta maaf. Jangan sampai kepercayaan anak pada kita luntur atau hilang. Dari hal ini anak juga akan belajar tentang menepati janji, bahwa Bunda sepakat untuk menyimpan rahasia ini.


Bunda, anak akan lebih mudah belajar dari sesuatu yang ia lihat bukan sesuatu yang ia dengar. Jadi, memberi contoh adalah cara terbaik untuk menanamkan kejujuran pada anak. Apa yang kita lakukan akan menjadi cermin bagi anak tentang bagaimana bersikap dan bertingkah laku. So, jika kita ingin anak kita santun, jujur, suka menolong, dan memiliki sifat-sifat baik lainya, kita harus memulai melakukannya terlebih dulu. Lalu anak akan mengikutinya. Buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, kan, Bunda.

[Review] Wardah Anti Dandruff Shampoo

Senin, September 09, 2019 19 Comments
Sumber foto : instagram.com/wardahbeauty

Sudah sejak lama saya punya masalah ketombe di kepala. Meskipun tidak tampak dari luar karena tertutup jilbab, tetapi keberadaan ketombe cukup mengganggu. Padahal saya merasa sudah melakukan perawatan kulitkepala dengan benar, seperti rutin keramas dan membiarkan rambut kering terlebih dahulu sebelum memakai jilbab. Rasa gatal yang kadang menyerang, membuat tidak nyaman, apalagi saat berkeringat atau pada saat cuaca panas. 

Sebenarnya masalah ketombe bukanlah masalah serius, tetapi jika kita alami terus-menerus, maka rasa kurang nyaman ini akan tetap mengganggu aktifitas sehari-hari.
Pada saat diluar rumah, kalau terlalu sering menggaruk, bisa-bisa jilbab yang saya pakai jadi kurang rapi. Selai itu, malu kan garuk-garuk di tempat umum. Nanti dikira kepala kita ada kutunya, kan malu, hihi. Kalau pas di rumah, malah lebih parah. Rasa gatal yang kadang tidak tertahankan terkadang memaksa saya untuk menggaruknya. Hasilnya ketombe berupa serpihan kulit kepala yang terkelupas akan berterbangan di dekat saya. Kalau tidak hati-hati menggaruk, terkadang membuat kulit kepala terluka.

Sumber foto : Adobe Stock

Penyebab Munculnya Ketombe

Sebenarnya saya menyadari beberapa hal yang mungkin menyebabkan ketombe harus dihindari, seperti pemilihan sampo yang tidak tepat untuk kulit kepala saya. Lalu terlalu sering memakai hair dryer dan kurangnya penjagaan kebersihan rambut. Pemilihan sampo yang kurang tepat memang dapat membuat kulit kepala mengering dan terkelupas karena adanya minyak berlebih pada kulit kepala.  Kelebihan minyak inilah yang akan menyebabkan tumbuh suburnya jamur pada kulit kepala yang memakan kelebihan minyak dan sel kulit mati untuk pertumbuhannnya. Sel kulit mati ini kemudian terkumpul dan menggumpal lalu rontok menjadi serpihan ketombe.


Pengalaman Memakai sampo anti ketombe

Saya bukannya tidak berusaha mengatasi masalah ini, loh. Beberapa produk sampo sudah saya coba utuk mengatasi masalah ketombe. Dari yang iklan produknya berseliweran di media atau produk khusus yang disarankan teman. Bahkan cara tradisional menggunakan lidah buaya pun pernah saya coba. Sayangnya ketombe tidak juga pergi, malah datang lagi, dan lagi. Beberapa sampo anti ketombe yang saya coba, sebagian besar memiliki aroma yang khas sampo anti ketombe yang tidak saya sukai. Belum lagi rambut terkadang menjadi lebih kering setelah pemakaian sampo. Ah, rasanya hampir putus asa, hiks hiks.


Mencoba Wardah Anti Dandruff Shampoo

Foto : dok. Pribadi

Sempat saya abaikan masalah ketombe dan membiarkannya selalu menghiasi kulit kepala saya. Sampai kemudian saya mendapat goodie bag berisi beberapa produk Wardah, yang salah satu diantaranya adalah Wardah Anti Dandruff Sampoo. Waktu awal memakai sih, biasa saja tidak terlalu berharap banyak, bahkan cenderung sekadar memanfaatkan apa yang ada daripada mubazir. 

Ternyata sampo ini berbeda dari sampo anti ketombe biasanya. Yang pertama adalah aroma yang lebih wangi dari kebanyakan sampo anti ketombe lainnya. Kalau dari segi bentuk samponya sih sama, khas sampo anti ketombe yang berwarna putih, bedanya yang ini tidak terlalu pekat.  

Setelah pemakaian ke tiga saya mulai merasakan kelebihan sampo anti ketombe keluaran Wardah ini. Selain aroma yang lebih wangi, cairan sampo yang tidak terlalu kental, berikutnya adalah bahwa ternyata tidak membuat rambut terasa kering. Sebenarnya setelah satu botol sampo berisi 170 ml ini habis sih ketombe belum benar-benar hilang, tetapi ada perbedaannya dibandingkan sebelum memakai sampo anti ketombe Wardah. 

Sekarang ketombe di kulit kepala saya sudah jauh berkurang. Keluhan rasa gatal pun ikut berkurang dan promblem rambut kering juga tidak ada lagi. Rasanya beruntung dan puas menemukan sampo ini.


Sumber foto : wardahbeauty.com 

Tentang Produk

Wardah Anti Dandruff Shampoo ini merupakan rangkaian dari produk Wardah Hair Inovation. Selain sampo anti ketombe, ada juga produk perawatan rambut rontok, Nutrishine dan Daily Fresh. Ini merupakan terobosan baru dari Wardah yang memadukan bahan alami dengan scentlock fregrance yang membantu mengurangi masalah rambut dan menjaga tetap wangi seharian saat tertutup jilbab atau saat terbuka. Dalam sampo anti ketombe ini terkandung tea tree oil dan papermint yang dingin dan menyegarkan.

Sumber foto : instagram.com/wardahbeauty

Bagaimana mendapatkan produk ini

Di tempat saya tinggal, di Solo, baru saja dibuka Wardah Beauty House. Tempat yang khusus menjual produk Wardah, dimana kita akan lebih leluasa bertanya dan berkonsultasi dengan beauty consultan yang ada di sana.  Selain itu rasanya produk Wardah saat ini sudah sangat mudah didapatkan di toko atau swalayan yang menyediakan perlengkapan kosmetik. Mengenai harga, Wardah anti dandruff shampoo ini cukup terjangkau, yakni berkisar antara Rp. 17.500 – 20.000. Kemasan yang dijual hanya ada satu, yaitu botol berisi 170 ml. Bentuk botol plastiknya memanjang, berwarna biru laut dan tutup putih.


Tips anti ketombe ala saya

Memang sih, ketombe bukan masalah yang terlalu serius. Tetapi jika tidak diatasi akan berpotensi berkembang lebih parah dan mengakibatkan iritasi dan infeksi pada kulit kepala. Nah, jika Anda mengalami masalah ketombe seperti saya, ada beberapa tips yang boleh dicoba.
  1. Jangan gonta-ganti sampo.
  2. Menjaga kebersihan kulit kepala dengan keramas secara teratur.
  3. Hindari mengeringkan rambut dengan hair dryer.
  4. Memakai sampo dengan benar sesuai aturan pakai dan membilasnya sampai bersih.
  5. Menahan diri untuk tidak sering menggaruk ketombe, yang kadang tanpa sadar bisa menimbulkan luka di kulit kepala.
Sumber foto: instagram.com/wardah


Rambut akan tetap menjadi mahkota wanita, dalam keadaan tertutup atau terbuka. Menjaganya tetap sehat adalah buktu rasa syukur kita pada Sang Pencipta. Demikian review saya, semoga bermanfaat, ya.

Kamis, 05 September 2019

[Liputan] Kominfo Merangkul Kaum Milenial untuk Ikut Membangun Masyarakat Sadar Hukum

Kamis, September 05, 2019 0 Comments



Forum Diskusi Kominfo

Kesadaran hukum masyarakat dari suatu negara bisa dijadikan ukuran baik tidaknya penegakan hukum dan HAM di negara tersebut. Makin baik penegakan hukum dan HAM di suatu negara maka makin dianggap majulah negara tersebut.  Untuk meningkatkan kesadan hukum masyarakat, dibutuhkan peran aktif tiap warga negara terutama kaum muda yang termasuk dalam golongan usia produktif.

Dalam upaya merangkul kaum milenial itulah Kementrian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) menyelenggarakan Forum Diskusi Publik dengan tema “Membengun Masyarakat Sadar Hukum dan HAM”. Kegiatan yang berlangsung pada tanggal 5 September 2019 ini mengundang sekitar 200 mahasiswa dari berbagai universitas di Solo dan sekitarnya, pelajar SMA dan beberapa komintas  peduli perempuan. Forum diskusi ini diselenggarakan di aula Monumen Pers Solo, dan menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pemaparan sesuai dengan bidang yang mereka kuasai.

Pamaparan Narasumber



Asisten Deputi Materi Hukum Kemenpolhukam dan HAM

Asisten Deputi Materi Hukum Kemenpolhukam dan HAM Heni Susilo Wardoyo, menjadi pembicara pertama dengan mengangkat topik Pemberian bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu. Dijelaskan Heni bahwa setiap penduduk memiliki kedudukan setara di mata hukum, ini dimuat dalam UUD 1945 pasal 27. Oleh karena itu bagi warga negara yang kurang mampu, ketika mereka berhadapan dengan masalah hukum, negara akan hadir untuk memberikan bantuan hukum, melalui advokad secara cuma-cuma. 

Supaya masyarakat yang kurang mampu bisa mendapatkan haknya untuk mendapat pendampingan harus memenuhi syarat yang ditetapakan dalam UU no. 11 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum. Syarat yang harus dipenuhi diantaranya pendampingan atau bentuan hukum demi keadilan (tidak ada alasan lain) dan benar-benar tidak mempu membayar advokad. Kepastian diberikannya pendampingan ini dijamin dengan diberikannya sanksi kepada advokad atau lembaga bantuan hukum yang tidak bersedia mendampingi warga yang kurang mampu.

Peserta forum diskusi diminta untuk mengambil peran aktif menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang adanya bantuan hukum ini, agar supaya apa yang ditetapkan dalam UUD 1945 bisa terlaksana dengan baik. Bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu ini meliputi tahapan penyidikan, penuntutan sampai dengan pendampingan di persidangan.

NGUDARASA


Kepala DP2APM Widdi Srihanto (berdiri)

Pembicara kedua, Widdi Srihanto (Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat-DP2APM) memaparkan kondisi di kota Solo berkaitan dengan perlindungan anak, terutama bagi Anak Berhadapan Hukum (ABH). 

Kota Surakarta, merupakan salah satu kota yang menyandang predikat Kota Ramah Anak. Dalam pelaksanaannya, di  Solo dibentuk Forum Anak Surakarta mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota. Forum Anak Surakarta ini merupakan salah satu upaya penunjang Kota Layak Anak yang disandang kota Surakarta.

Widdi juga menyebutkna bahwa dinas yang dipimpinnya masih terus berupaya untuk menanggulangi masalah anak yang terjadi di kota Surakarta. Masalah narkoba menduduki peringkat tertinggi, disusul kemudian masalah HIV/AIDS, TBC dan penyakit berat lainnya serta kekerasan dan diskriminasi.

Sebagai salah satu terobisan yang dilakukan oleh Pemkot Surakta berkaitan dengan perlindungan anak ini adalah diluncurkannya pusat pengaduan online “Ngudarasa”. Tujuannya agar mesalah yang mungkin terjadi bisa dengan cepat ditangani dan diselesaikan. 

Penanganan masalah anak, yang terkait dengan hukum, DP2APM membantu kepada Anak Berhadapan Hukum  berupa penyelesaian tindak pidana yang melibatkan anak, melakukan home visit, dan membuat program trauma healing.

Sebagai penutup, Widdi menegaskan bahwa kota Surakarta sebagai Kota Layak Anak 2019 akan terus beupaya untuk memenuhi hak anak berupa hak  hidup dan hak tumbuh kembang, hak dilindungi dan hak untuk ikut berpartisipasi.

Pornografi Konten yang Paling Diminati
Kepala Sub Direktorat Informasi Hukum dan Politik Keamanan Kominfo

Kepala Sub Direktorat Informasi Hukum dan Politik Keamanan Kominfo, Heni Prastiwi menjadi pembicara terakhir dalam Forum Diskusi ini. Heni menyoroti konten negatif dan hoax dari perspektif hukum IT. Menurut data yang dipaparkannya, sebenarnya masyarakat Indonesia 100% dianggap sudah melek internet. Hal ini berdasarkan riset salah satu lembaga sosial di Inggris tahun 2018. 

Sayangnya, kebanyakan masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk hal-hal negatif seperti konten negatif dan penyebaran berita hoax. Padahal dari data lain disebutkan bahwa prevalensi keaktifan pengguan internet di Indonesia  cukup besar, yaitu 4 dari 10 pengguna internet adalah pengguna aktif. 

Rata-rata mereka menghabiskan waktu 8-11 jam dalam sehari untuk mengakses internet. Dengan urutan minat tertinggi pada tayangan berupa film, games dan musik. Lebih menyedihkan lagi konten yang paling banyak diminati adalah konten pornografi.   
Materi tentang penggunaan internet di Indonesia

Tiga pembicara dalam forum diskusi ini nyata menyatakan ajakan kuat dan suntikan semangat bagi para peserta untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik. Apa yang unggul dari negara kita sudah seharusnya menjadi modal besar untuk menjadi lbih maju. Kekurangan, selain harus diperbaiki akan terkikis juga akhirnya jika keunggulan terus ditinggatkan.

Di penghujung acara, yel-yel berisi semangat Indonesia lebih baik yang dipimpin oleh moderator dan diikuti semua peserta terdengar gemuruh  memenuhi aula. Semoga semangat membara memperbaiki diri, lingkungan dan negara pada puncaknya akan terus ada di dada kawula muda. Di tangan merekalah harapan dan cita-cita Indonesia sebagi negara maju kelak bisa diwujudkan.
sebagian dari blogger Solo yang hadir

Rabu, 04 September 2019

Syafakallah atau Syafakillah, Bagaimana Pengucapan yang Benar?

Rabu, September 04, 2019 0 Comments

Sumber foto : Pinterest

Kata syafakallah atau syafakillah seringkali kita jumpai dalam percakapan sehari-hari, terutama dalam obrolan daring (chatting), ketika ada teman yang mengabarkan bahwa ia kurang sehat. Jawaban ini yang akan kita katakan pada teman tersebut. “Syafakallah, ya. Semoga segera sehat”. 

Doa kesembuhan untuk orang lain ini terkadang ditulis atau diucapkan dengan cara yang kurang tepat. Ada yang didoakan itu seorang ibu, tetapi menggukanakn kata syafakallah. Demikian pula sebaliknya, pasien laki-laki mendapat doa dengan ucapan syafakillah.

Saya jadi ingat pelajaran yang saya dapat di sekolah sore (Madrasah Diniyah atau Taman Pendidikan Al-Quran)  sewaktu saya masih SMP dulu. Pelajaran tentang perbedaan kata ganti orang dalam Bahasa Arab tersebut saya pelajari kala itu dengan lagu. Sampai saat ini saya masih ingat betul lagu itu. Perbedaan kata ganti dalam Bahasa Arab ini dikenal dengan nama Isim Dhamir.

Mengenal Isim Dhamir

Beberapa kata dalam Bahasa Arab, sumber foto : Pinterest

Dalam Bahasa Arab, setiap kata akan diikuti atau lekat dengan subyeknya. Seperti kata syafakillah yang terjemahan bebasnya adalah semoga Allah memberi kesembuhan kepadamu. Ini berlaku ketika kita mendoakan satu orang perempuan yang sedang berbicara langsung dengan kita (kata ganti orang kedua). Untuk subyek yang lain maka katanya akan berubah sesuai subyek yang dikenai, seperti dia (kata ganti orang ketiga) atau mereka (subyek lebih dari 3 orang). 

Kata ganti orang dalam Bahasa Arab dibagi menjadi  14 macam, yaitu
1.   Dia (laki-laki) 1 orang : huwa
2.   Dia (laki-laki) 2 orang : huma
3.   Mereka (laki-laki) banyak orang : hum
4.   Dia (perempuan) 1 orang : hiya
5.   Dia (perempuan) 2 orang :huma
6.   Mereka (perempuan) banyak orang: hunna
7.   Kamu (laki-laki) 1 orang: anta
8.   Kamu (laki-laki) 2 orang: antuma
9.   Kamu (laki-laki) banyak orang : antum
10. Kamu (perempuan) 1 orang : anti
11. Kamu (perempuan) 2 orang : antuma
12. Kamu (perempuan) banyak orang    : antunna
13. Saya : ana
14. Kami/ kita     : nahnu

Dari sini kita ketahui doa kesembuhan ini bisa menjadi 14 kata yang berbeda, kecuali pada kata ganti untuk 2 orang. Nah, mari kita terapkan ucapan kesembuhan ini untuk masing-masing kata ganti
  • Dia (laki-laki) 1 orang : syafahullah
  • Dia (laki-laki) 2 orang : syafahumallah
  • Mereka (laki-laki) banyak orang : syafahumullah
  • Dia (perempuan) 1 orang : syafahallah
  • Dia (perempuan) 2 orang : syafahumallah
  • Mereka (perempuan) banyak orang: syafahunallah
  • Kamu (laki-laki) 1 orang : syafakallah
  • Kamu (laki-laki) 2 orang : syafalakumallah
  • Kamu (laki-laki) banyak orang     : syafalakumullah
  • Kamu (perempuan) 1 orang        : syafakillah
  • Kamu (perempuan) 2 orang        : syafalakumallah
  • Kamu (perempuan) banyak orang: syafalakunallah
  • Saya     : syafiillah
  • Kami/ kita   : Sayafalanallah


Cara mudah menghafal

Sebenarnya perubahan kata yang melekat dengan kata ganti orang ini sifatnya berpola sehingga akan mudah diingat. Pola ini akan berlaku untuk semua kata kerja, atau kata sifat. supaya mudah, maka cukup dihafalkan polanya. Salah satu cara mudah menghafal adalah dengan melagukannya, seperti yang diajarkan guru Bahasa Arab saya waktu itu.

Sumber foto : Pinterest

Jadi, penggunaan kata yang tepat untuk syafakillah adalah untuk satu orang perempuan (kata ganti orang kedua). Jika yang kita doakan adalah orang ketiga atau dia, maka kata yang tepat adalah syafahallah. Untuk kata ganti yang lain bisa dilihat pada daftar diatas, ya.

Salah satu contoh penggunaan kata sesuai dengan kata ganti orang adalah lirik lagu milik Maher Zain berjudul Baraka Allahu Lakuma. Lagu ini adalah ucapan doa bagi dua orang yang baru saja menikah. Mari kita cermati liriknya. Disana akan kita temui kata lakuma (bagimu berdua), alikuma (atas kamu berdua) dan baina kuma (diantara kamu berdua).

Baraka Allahu Lakuma
We're here on this special day
Our hearts are full of pleasure
A day that brings the two of you
Close together
We're gathered here to celebrate
A moment you'll always treasure
We ask Allah to make your love
Last forever

Let's raise our hands and make Du'a
Like the Prophet taught us
And with one voice
Let's all say, say, say

Baraka Allahu Lakuma wa Baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fee khair.
Barakallah hu lakuma wa baraka alikuma
Wa jamaah baina kuma fii khair.

From now you'll share all your chores
Through heart-ship to support each other
Together worshipping Allah
Seeking His pleasure

We pray that He will fill your life
With happiness and blessings
And grants your kids who make your home
Filled with laughter

Let's raise our hands and make Dua
Like the



Nah, sekarang lebih jelas lagi, kan perbedaannya. Semoga setelah ini tidak ada lagi kesalahan pengucapan atau tulisan, ya. Barakallahulakum. 

Selasa, 03 September 2019

Opini Saya Tentang Kontroversi Eksekusi Kebiri

Selasa, September 03, 2019 0 Comments
Sumber foto : Pinterest


Membaca berita dari Mojokerto, tentang putusan pengadilan atas kasus kejahatan seksual, membuat saya tercenung (Solopos, edisi 27 Agustus 2019). topik ini kemudian menjadi bahan pembicaraan hangat hampir di semua media. Adalah seorang pemuda berusia 20 tahun bernama Muhammad Aris bin Syukur, warga desa Mangelo Tengah Kecamatan Sooko, Mojokerto Jawa Timur yang dijatuhi pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp.100 juta. Hukuman atas kejahatan pemerkosaan terhadap 9 anak ini masih ditambah dengan hukuman tambahan berupa pidana kebiri kimia. Pidana tambahan inilah yang kemudian menuai kontroversi. 

Pihak yang pertama kali menolak keputusan ini adalah Ikatan Dokter Indonesia (IDI).  Ketua Majelis Pengembangan Profesi Kedokteran (MPPK) IDI, Pudjo Hartono menyatakan bahwa hukuman kebiri hilangnya hasrat dan potensi pelaku untuk mengulangi kejahatan tersebut (tirto.id, 27 Agustus 2019). 

Apalagi tindakan kebiri bertentangan dengan kode etik profesi kedokteran. Penolakan lain datang dari Komnas HAM yang menganggap pidana kebiri sebagai mundurnya proses hukum pidana di Indonesia.

Sayangnya penolakan ini tidak akan bisa merubah keputusan pengadilan yang sudah berlaku tetap (inkrah) dan hanya menunggu waktu untuk dilaksanakan (dieksekusi).

Sosok Sang Predator

Ilustrasi foto narapidana, sumber Pinterest

Saya tidak hendak menyoroti bagaimana hukuman ini akan dijalankan, tetapi saya akan berbicara dari kacamata seorang ibu. Dari yang saya baca, Aris adalah bungsu dari 4 bersaudara. Ibunya sudah meninggal 5 tahun yang lalu atau sekitar tahun 2014. Sementara ayahnya tinggal di luar kota dan jarang menjenguk keluarganya di Mojokerto. 

Dari catatan di pengadilan, kejahatan tersebut dilakukan tukang las ini dalam kurun waktu 2015-2018, artinya itu setelah kematian ibunya dan pada saat itu Aris baru berusia 15 tahun. Menurut kakak tertuanya, Aris sejak kecil sudah menunjukkan indikasi gangguan kejiwaan, sementara dari hasil pemeriksaan kesehatan Aris dinyatakan sehat secara kejiwaan. 

Sayangnya kebiasaan menonton tayangan porno tidak terkontrol oleh keluarganya sehingga hal ini kemudian menimbulkan keinginan kuat untuk melakukan sesuatu yang dilarang, lalu memicu terjadinya tindak kejahatan.

Mulai Dari Keluarga

Nasi sudah menjadi bubur, peristiwa masa lalu sudah mendapatkan pertanggung jawaban. Apa yang terlepas dari pengawasan atau pendampingan keluarga seolah memanen akibatnya. 

Dari gambaran sosok Aris, ia adalah remaja yang masih membutuhkan bimbingan dan pendampingan, nyatanya itu tidak didapatkannya sehingga ia terjerumus pada perbuatan tercela. Lalu apa yang perlu kita lakukan di masa depan? Jawabannya adalah memperkuat pendidikan keluarga. 

Keluarga adalah lingkungan paling dekat dari seseorang. Dari keluargalah, seorang anak akan mendapat pelajaran pertama mengenai nilai-nilai dalam kehidupan.   Pelajaran ini kemudian akan makin matang dan berkembang ketika anak mulai bergaul dengan lingkungann di luar keluarga. 

Remaja seusia Aris, pada saat itu berada pada rentang usia remaja pertengahan (15-18 tahun) dimana sedang dalam proses perkembangan terbentuknya kepribadian diri sendiri dan masuknya pengaruh lingkungan (Afin Murtie & re !Media Service, Gramedia 2013). 

Seharusnya pada rentang usia ini remaja sudah mulai bertanggung jawab pada dirinya sendiri dan mulai memikirkan masa depan. Pendampingan orang tua pada masa ini sangatlah penting, sebagai kontrol bagi anak. Keberadaan orang tua akan mengingatkan dan merengkuh kembali seorang anak yang mugkin mulai melanggar nilai-nilai yang diajarkan dalam keluarga. 
Ilustrasi keluarga bahagia, sumber Pinterest

Nah, poin inilah yang mungkin hilang dari Aris. Tidak adanya kontrol dari keluarga terhadap apa yang dilakukannya, tidak ada yang meluruskan atau membenarkan kesalahan yang mungkin dilakukan. Karena tanpa kendali maka kebiasaan buruk makin menjadi dan seperti yang kemudian terjadi hingga akhirnya membawa Aris ke bui.

Let’s say, kita bisa memutar balik waktu maka yang sebaiknya dilakukan terhadap Aris kala itu adalah memberikan sosok pengganti ayah ibunya yang akan selalu mengawasi dan mengingatkan, sekaligus melindungi dan melimpahi dengan kasih sayang. Sosok pengganti tersebut harus mampu memberi contoh, dan menjadi figur panutan. 

Lalu supaya tak berjarak, harus pula bisa bersikap sebagai kawan, bukan sebagai “atasan”. Hal ini untuk menumbuhkan rasa nyaman pada remaja terhadap rumah atau keluarga, dan pada kondisi ini remaja cenderung terkendali.       

Babak Akhir

Apa yang diputuskan pengadilan hanya menunggu waktu untuk dijalankan. Sebagai upaya terakhir agar terhindar dari hukuman kebiri, melalui kuasa hukumnya, Aris berencana mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahmakah Agung (MA). Peninjauan Kembali menjadi upaya hukum satu-satunya mengingat vonis sudah inkrah di tingkat Pengadilan Tinggi Surabaya.

Kini saatnya kita tengok anak-anak kita, jiwa ranum yang membutuhkan sentuhan kasih sayang sempurna dari orang tuanya atau sosok penggantinya. Jika satu remaja ini terlepas dari pengawasan kita, maka kita masih punya kesempatan untuk menyelamatkan ribuan remaja lainnya dari kejahatan serupa. 

Kelak, jika penguatan pendidikan keluarga ini berhasil, maka di masa yang akan datang akan tampil pemuda Indonesia yang berkarakter dan berbudi pekerti. 

Minggu, 01 September 2019

[Resensi Buku] Filantropi, Merelakan Kebahagiaan Pribadi Demi Misi Kemanusiaan

Minggu, September 01, 2019 2 Comments

Resensi Buku
Judul               : Filantropis (Bukan Sekadar Romansa)
Penulis             : A. Liana
Penerbit           : Diandra Kreatif Yogyakarta
Jenis buku       : Novel/ cerita fiksi
Cetakan           : 1, Februari 2019
Halaman          : XIV + 158 (13 X 19 cm)
ISBN               : 978-602-336-899-0

Masih ingatkah kita dengan sosok Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB)? Pak Sutopo-demikian biasa dipanggil- meninggal bulan Juni 2019 karena penyakit kanker paru-paru stadium 4B yang diderita sejak Januari 2018.  Seseorang yang dianggap sebagai hero atau pahlawan bagi kemanusiaan dalam kehidupan nyata adalah seorang penyintas kanker. 

Berita tentang kehidupan pribadi Sutopo ini kemudian mampu mengalahkan rating berita bencana yang selama ini sering dikaitkan dengan namanya. Kecintaan dan pengabdian pada kemanusiaan mampu mengalahkan rasa sakit yang dideritaya. Dalam keadaan yang tidak sehat, Sotopo memilih hadir untuk masyarakat Indonesia dengan informasi akurat dari BNPB untuk membantu lebih banyak orang lagi. Kini namanya abadi dalam hati setiap orang Indonesia, sebagai seorang filantropis sejati.

Novel yang saya resensi ini, sebenarnya mengangkat tema kemanusiaan. Tentang relawan konsen pada kegiatan amal seperti pertolongan pada korban bencana alam, kegiatan sekolah gratis, dan penggalangan dana kemanusiaan. Menyoroti kehidupan pribadi para pekerja sosial atau relawan, pada kisah asmara yang bukan sekadar romansa. 

Jiwa filantropis yang demikian mendarah daging pada tokoh-tokoh dalam novel ini membuat semua pertimbangan dalam tiap kehidupannya tidak sekadar bagaimana ia bahagia, tetapi apakah ia sudah membahagiakan orang lain.

Filantropis, bercerita tentang cinta segitiga antar Laras, Vino dan Adjie. Laras dan Adjie adalah teman sesama relawan yang aktif dalam beberapa kegiatan kemanusiaan. Sedangkan Vino adalah laki-laki bengal yang dijodohkan dengan Laras demi alasan penyelamatan masa depan keluarga besar Laras. Vino adalah anak dari pengusaha kaya, yang bersedia menyuntikkan dana besar supaya perusahaan yang dirintis almarhum ayah Laras tidak bangkrut. Syaratnya adalah Laras menerima perjodohan dengan Vino.

Cinta segitiga tersebut kemudian dibalut dengan konflik yang dialami masing-masing tokoh di dalam novel ini. Laras ternyata diketahui mengidap kanker leher rahim stadium akhir. Vino yang awalnya hanya bersedia menikah demi status ternyata kemudian benar-benar jatuh cinta pada Laras, disisi lain, mantan pacar Vino yang tidak terima berusaha membunuh Laras yang sedang terbaring lemah di rumah sakit. Sedangkan Adjie dipusingkan dengan desakan ibunya yang sudah renta untuk segera menikah, bahkan berusaha menjodohkan Adjie dengan gadis pilihan ibunya.

Seperti judulnya, buku ini memang bukan melulu mengumbar cerita romansa. Filantropis digambarkan dalam banyak kejadian yang menyentuh pembaca. Pengorbanan demi membahagiakan sesama dan perjuangan membantu daerah yang terkena bencana.  Menyoroti juga bagaimana seseorang yang dulunya berlumur dosa, kemudian mendapat hidayah dan berusaha berubah menjadi baik dan sangat peduli dengan orang lain.

Mengangkat tema humanis menjadi kekuatan terbesar dari novel ini. Pembaca akan mendapat energi positif dari cerita kemanusiaan yang banyak diugkap, bahwa kebahagiaan sebenarnya bukan terletak apa yang kita dapat, tetapi lebih pada apa yang mampu kita berikan pada orang lain, itulah kebahagiaan yang hakiki.

Sayangnya konflik yang dibangun cukup pelik, sedangkan penyelesaiannya sangat sederhana dan terkesan terburu-buru. Kasus kanker dengan stadium IV digambarkan selesai dalam beberapa bulan setelah operasi pengangkatan rahim, padahal diceritakan bahwa kanker itu sudah mengalami metastasis atau merambat pada organ lain. Atau sedemikian cepatnya perubahan Vino yang awalnya seorang playboy menjadi sosok yang humanis, sekaligus religius. Akan lebih menarik jika novel ini bisa dibuat lebih tebal dengan menggali lagi penyelesaian konfliknya sehingga perjuangan para tokohnya bisa dirasakan pembaca, bukan perubahan yang serta merta.

Novel yang habis dalam sekali baca ini tetap recomended untuk menjadi bacaan ringan di akhir pekan. Pesan yang dibawa dan pelajaran yang bisa dipetik setelah membaca novel inipun cukup banyak, dan semua mengakar kepada judul novel ini “Filantropi” segala hal yang berkaitan dengan cinta pada sesama manusia.

Lalu, dengan siapa kemudian Laras menikah? Dengan Vino yang sudah berubah total menjadi pria santun dan penuh perhatian, atau dengan Adjie laki-laki yang diam-diam dicintai Laras sejak pertama kali bertemu? 

Total Tayangan Halaman

Mengenai Saya

Foto saya
Saya adalah ibu rumah tangga penuh waktu dengan 4 orang putra putri. Menulis menjadi kegiatan positif mengisi waktu jeda dari mengurus keluarga. Content writer, freelancer dan menulis buku adalah pekerjaan sampingan, yang utama tetaplah ibu rumah tangga

Follow Us @soratemplates